setelah kmrn ke mayestiik..n liat betapa bnyak n beraneka ragamnya warna2 bahan sifon ma satiin yang harganya jg terjangkau sangaat ituu...aku jadi kepikiran buat gauun panjang untuuk prewedd nantii....
dan langsung seketika aku beli bahan chiffon gradasi seharga 40ribu/m dan bahan satin 22 ribu/meter u dalamannya.
masih bingung tapi modelnya mau dibuat kyak apa...
sdh ada siih referensi yang diambil dari internet.ini dia contohnya...
Kamis, 28 Oktober 2010
abaya muslim
Diposting oleh dewi & gilang di 14.52 0 komentar
Kamis, 14 Oktober 2010
huntiiing bahan seragam
yupz...walaupun sakit mendera tapi harus tetap semangad nih.mumpung cami kejakarta. jadi sekalin ngajkin berkeliling pasar baru untuk hunting bahan untuk teman2 dan keluarga....
pada dasarnya aku orangnya g enakan bngt...
susah klo belanja gitu klo pelayannnya sdh bongkar2 banyak...
nunjukin ini itu...ngeluarin bahan2 yang menurut dia pas untuk kita. tapi kitanya masih g sreq..mau keluar dari toko itu rasanya gmana gtu yah,.....
karna bahan untuk keluarga g ada yang bagus dsana akhirnya aku memutuskan untuk bertanya untuk bahan seragam teman2 ajah...dengan bahan brokat warna "g ngerti warna apa" yang penting cantiiiik dan aku sukaaa hehhehhe
karna sdh suka tinggal proses tawar menawr nih....
dan akhirnya yupppyyyy.....dapet d..
semoga suka ya teman2 ^__^
ini dia bahannya :
| sebelah kanan untuk teman sebelah kiri untuk keluarga |
![]() |
| cami lagi jd asiisten pribadi u chat teman2 mengenai warna puring ;p |
![]() |
| nah ini lagi makan somai yang dkasih ama mbaknya. g tanggung2 dkasih 2 piring malah hehhehe.... |
![]() |
| teteep narsiiis doonkk ^_^ |
![]() |
| capeek...gi liatin mbaknya potong baham sa,bil mikir bagus g ya..bagus g ya..#dassar plin plan |
untuk teman n keluarga sdh dapat. tinggal bingung ni buat seragam ibu dan mama serta mbak ratih dan adekku..
untuk orang tua dari kmrn sebenarnya naksir ma bahan prancis sto semi prancis...
klo prancis harganya 400an ribu untuk 1 baju. setekah didiskon dari harga norma 800ribu..warnanya merah emas..
kyak gini ni contohnya.
![]() |
| semi prancis warna merah |
![]() |
| perancis gold + puring gold (kurang jelas ya puringnya) |
heran d kok bisa mahal ya tu bahan..pdhl g ada payetnya sama sekali...*OON.....
takut salah mending nungguin di ibu kejakarta aja de..biar ibu yang milih dw...skalian bayar dw hehhehehhe *g sopan......
seppp....hari yang melelahkan tp menyenangkaaannnn ^_^
seragamnya ditunggu ya teman2...jait yang cakep yah....
Diposting oleh dewi & gilang di 16.24 0 komentar
Label: kebaya akad
hunting pasar sunan giriii
sabtu tgl 9 kmrn cami datang dari lampung kejakarta. seneengnya...obrolaan selama 2 hari cami djakrta adalah mengenai persiapan yang masih 40 persen :(
rencana awal siang adalah langsung ke pasar sunan giri menuju QZM. penasaran bngt dengan tempat jait satu ini soalnya kata para calon pengantin kt4 jait disini murah dan bagus..
pasar sunan giri ini terletak didaerah rawamangun.sebenarnya aku da sering bngt bolak-balik rawamangun.secara kampus dsana jg. tapi g tau mana yang namanya pasar sunan giri hehhehehe...berbekal bertanya dengan teman akhirnya qt menemukan ni pasar...*ternyata deket banget bowww ma kampus...#kmane aje neng hiihihiihihi....
sesampai dsana qt binguung.....
nah lo..letaknya dman atuh QZM...
akhirnya muter2 berlagak sok tau n g mau tanya...baru akhirnya nemu :p
di pasar sunan giri emang bnayak bngt tempat jait.,...klo buat yang baru pertama kali jait dsana kyak aku mkn bingung d mau menjatuhkan pilihan kman...tapi karna da baca darai bnyak blok n bnyak yang jait di QZM ya sudah akhirna memutuskan bertanya ksan alangsung.
sesampai dsana qt antri dulu..bnyak bangt yang mau jait..so..kita liat2 dulu model kebaya yang dipajang dsana. cantik2 reekkkk....bkn ngileerrrr....
lebih dari 14 menit baru qt dilayanin. saat itu kitaketemu dengan namanyamas Qoshim. mas koshim menanyakan kita mau model yang kyak apa. n langsung dia gambar...oia dsana qt jg bisa lo cari model2 kebaya dr majalah ato dari komputernya dia..buanyaaak bngt d modelnya.ampe bingung sendiri pasti hehhehe...klo kita ada contoh di flash disk n mau diprint dsan ajg bisa kok...enak kan ^^
ni dia contohnya :
![]() |
|
Diposting oleh dewi & gilang di 15.12 0 komentar
Label: kebaya akad
Senin, 11 Oktober 2010
about KUA
ngobrol2 soal dokumen2 yang diperlukan untuk catatan sipil dan apa aja yang harus dilakukan sepertinya akan menambah keribetan yg sdh ada nih...
wlupun mash 5 bulan lagi..tapi sepertinya aku harus mencari tau dari sekarang. secara ktp aku djakarta dan cami di probolinggo dan kami menikah dkota kelahiranq di bengkulu..*g ngerti blas gmana tuh prosedurnya..
untungnya ada mbah google yang siap membantu danbuku panduan dari http://www.my-weddingbelle.com/
hasil br browsing nemulah salah satu blog yang oke bngt ^^ nih di prosedurnya yang aku copi..*numpang copas yah sis ^__^
Jika anda menikah di kediaman Calon Pengantin Wanita (CPW), langkah-langkah persiapannya antara lain adalah :
Langkah Pertama
CPW ke RT dan RW setempat untuk minta pengantar surat dari RT dan RW. Bawa fotokopi KTP CPW (2 lembar).
Langkah Kedua
CPW ke KELURAHAN dengan membawa fotokopi KTP CPW (2 lembar), surat pengantar RT dan RW (langkah pertama), fotokopi KK CPW (2 lembar), fotokopi KTP Calon Pengantin Pria (CPP), fotokopi KK CPP.
Hasilnya : Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA
Langkah Ketiga
CPP ke RT dan RW setempat untuk membuat surat pengantar. Bawa fotokopi KTP CPP (2 lembar), fotokopi KTP CPW (PENTING, agar ditulis keterangan menumpang menikah di KUA dekat tempat tinggal CPW).
Langkah Keempat
CPP ke KELURAHAN untuk bikin SURAT PENGANTAR KUA NUMPANG NIKAH. Bawa fotokopi KTP CPP (2 lembar), fotokopi KK CPP (2 lembar), fotokopi CPW (1 lembar), fotokopi KK CPW (1 lembar).
Hasilnya :Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA
Langkah Kelima
Ke KUA CPP untuk membuat SURAT NUMPANG NIKAH. Bawa Surat Pengantar dari Kelurahan CPP, KK CPP, KTP CPP, KK CPW dan KTP CPW. Biaya sekitar 100k IDR.
Langkah Keenam
Ke KUA CPW dengan membawa Surat Pengantar dari Kelurahan CPW, Surat Numpang Nikah CPP, KK CPW dan pas foto 2×3 (3 lembar masing-masing). Biaya sekitar 100k IDR bukan termasuk biaya penghulu.
Hasil : Surat keterangan akan menikah di KUA …….
Abis itu tinggal janjian sama penghulu. Dan mau dijemput kapan penghulu nya ? Biaya penghulu 500k IDR – 1jt IDR. (tergantung lokaksi jg kali yah...)Tips nya bayar separuh dulu ke penghulu sebelum acara dan bayar sisanya setelah acara. Hihihi..
Diposting oleh dewi & gilang di 11.23 0 komentar
Label: KUA
about mahaar
Mahar dan Nilai Nominal
Mahar ini pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekedar simbol belaka. Itulah sebabnya seorang dibolehkan menikahi budak bila tidak mampu memberi mahar yang diminta oleh wanita merdeka. Kata ‘tidak mampu’ ini menunjukkan bahwa mahar di masa lalu memang benar-benar harta yang punya nilai nominal tinggi. Bukan semata-mata simbol seperti mushaf Al-Quran atau benda-benda yang secara nominal tidak ada harganya.
Hal seperti ini yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri. Jadi sangat wajar bila seorang wanita meminta mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal tertentu. Misalnya uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, deposito syariah, saham, kontrakan, perusahaan atau benda berharga lainnya.
Adapun mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat, tentu saja nilai nominalnya sangat rendah, sebab bisa didapat hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat tidak wajar bila calon suamiyang punya penghasilan menengah, tetapi hanya memberi mahar semurah itu kepada calon istrinya.
Akhirnya dengan dalih agar tidak dibilang ‘mata duitan’, banyak wanita muslimah yang lebih memilih mahar semurah itu. Lalu diembel-embeli dengan permintaan agar suaminya itu mengamalkan Al-Quran. Padahal pengamalan Al-Quran itu justru tidak terukur, bukan sesuatu yang eksak. Sedangkan ayat dan hadits yang bicara tentang mahar justru sangat eksak dan bicara tentang nilai nominal. Bukan sesuatu yang bersifat abstrak dan nilai-nilai moral.
Justru embel-embel inilah yang nantinya akan merepotkan diri sendiri. Sebab bila seorang suami berjanji untuk mengamalkan isi Al-Quran sebagai mahar, maka mahar itu menjadi tidak terbayar manakala dia tidak mengamalkannya. Kalau mahar tidak terbayar, tentu saja akan mengganggu status perkawinannya.
Mahar Dengan Mengajar Al-Quran
Demikian juga bila maharnya adalah mengajarkan Al-Quran kepada istri, tentu harus dibuat batasan bentuk pengajaran yang bagaimana, kurikulumnya apa, berapa kali pertemuan, berapa ayat, pada kitab rujukan apa dan seterusnya. Sebab ketika mahar itu berbentuk emas, selalu disebutkan jumlah nilainya atau beratny, maka ketika mahar itu berbentuk pengajaran Al-Quran, juga harus ditetapkan batasannya.
Kejadian di masa Rasulullah SAW di mana seorang shahabat memberi mahar berupa hafalan Al-Quran, harus dipahami sebagai jasa mengajarkan Al-Quran. Dan mengajarkan Al-Quran itu memang jasa yang lumayan mahal secara nominal. Apalagi kita tahu bahwaistilah ‘mengajarkan Al-Quran’ di masa lalu bukan sebatas agar istri bisa hafal bacaannya belaka, melainkan juga sekaligus dengan makna, tafsir, pemahaman fiqih dan ilmu-ilmu yang terkait dengan masing-masing ayat tersebut.
Dari Sahal bin Sa’ad bahwa nabi SAW didatangi seorang wanita yang berkata, Ya Rasulullah kuserahkan diriku untukmu , Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata, Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya. Rasulullah berkata, Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? dia berkata, Tidak kecuali hanya sarungku ini Nabi menjawab, bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi, carilah sesuatu. Dia berkata, aku tidak mendapatkan sesuatupun. Rasulullah berkata, Carilah walau cincin dari besi. Dia mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Nabi berkata lagi, Apakah kamu menghafal qur’an? Dia menjawab, Ya surat ini dan itu sambil menyebutkan surat yang dihafalnya. Berkatalah Nabi, Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan qur’anmu .
Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa beliau bersabda, Ajarilah dia al-qur’an. Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa jumlah ayat yang diajarkannya itu adalah 20 ayat.
Permintaan mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal ini pada gilirannya harus dipandang wajar, sebab kebanyakan wanita sekarang seolah tidak terlalu mempedulikan lagi nilai nominal mahar yang akan diterimanya.
untuk lebih jelas silahkan baca http://blog.re.or.id/perihal-seperangkat-alat-sholat-dan-al-qur039an-sebagai-mas-kawin.htm
kesimpulan yang dapat ditarik berarti sebenarnya mahar dengan karya hiasan uang itu adalah pemborosan n tidak mempunyai manfaat yah...selain dari sebuah seni lukisan uang yang hanya daapt dipajang dan dilihat...ehm.....*jadi mikiiir....
padahl tadi pagi ma cami habiz bahas soal mahar kita...
rencana awal qt pengen mahar uang sebesar 610.100 yang artinya 6 tahun 10 bulan dan 10 hari sdh kami berpacaran hingga saat pernikahan dimulai lagi dari 0 kami akan menjalanakan kehidupan baru kami sebagai sepasang suami-istri....*ciieh..cieh....hehhehehhe
karna sdh membaca perihal mahar ini sepertinya aku harus ngobrol lagi ni ke cami...
*keputusan bersama n berdiskusi itu lebih baek kan ^__^
Diposting oleh dewi & gilang di 09.55 0 komentar
Label: mahar











-new_edited.jpg)